Mahasiswa Pariwisata Syariah Angkatan 2025 Gelar Workshop AI untuk Pemasaran Digital Pariwisata.
Cirebon, 21 Oktober 2026 Mahasiswa Pariwisata Syariah angkatan 2025 Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) menyelenggarakan Workshop Pemanfaatan Tools AI untuk Pemasaran Digital Pariwisata di Auditorium FITK lantai 5. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung promosi dan pemasaran destinasi wisata di era digital.
Workshop ini diikuti oleh mahasiswa semester 3 dari kelas A, B, dan C angkatan 2025. Selain menjadi ruang berbagi pengetahuan, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Tourism Digital Marketing yang diampu oleh Rijal Assidiq Mulyana, S.E.I., M.Pd.
Pemilihan tema ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman teknologi digital dalam dunia pariwisata. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan tren pemasaran, mahasiswa perlu memahami cara memanfaatkan berbagai perangkat digital untuk menyampaikan informasi untuk menarik perhatian wisatawan, serta memperkenalkan potensi destinasi secara kreatif dan relevan.

Pembukaan Berlangsung Khidmat dan Terstruktur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan basmalah, kemudian dilanjutkan dengan acara formal yang dipandu oleh Asti dan Ilham Syauqi sebagai pembawa acara atau Master of Ceremony (MC).
Suasana pembukaan berlangsung khidmat ketika Elinsky Zaskia Lestari membacakan ayat suci Al-Qur'an. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan Mars Mahasiswa yang dipandu oleh Kalyca Hanjani Putri F.sebagai dirigen.
Setelah rangkaian tersebut, Elang Wijaya Kusuma selaku Ketua Pelaksana menyampaikan sambutan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Hafni Khairunnisa, M.Sc selaku Ketua Jurusan Pariwisata Syariah, sekaligus membuka kegiatan workshop secara resmi.
Rangkaian pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Faidz Zamrota. Setelah itu, suasana acara beralih dari rangkaian formal menuju sesi inti yang berfokus pada pembelajaran dan diskusi mengenai teknologi AI dalam pemasaran pariwisata.

Antusiasme Mahasiswa Mengikuti Sharing Session
Memasuki sesi inti, kegiatan dipandu oleh Wineu Cahyanie Aisyah sebagai moderator dengan menghadirkan Rijal Assidiq Mulyana, S.E.I., M.Pd. sebagai narasumber.
Suasana sesi sharing menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Mahasiswa dari kelas A, B, dan C berkumpul untuk mengikuti pembahasan yang berkaitan langsung dengan bidang studi mereka. Perhatian peserta terhadap materi yang disampaikan mencerminkan relevansi tema AI dengan kebutuhan mahasiswa dalam mempelajari pemasaran digital pariwisata.
Pembahasan mengenai pemanfaatan teknologi AI membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan metode promosi yang semakin beragam. Dalam dunia pariwisata, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mengembangkan ide konten, menyusun pesan promosi, dan memperkenalkan daya tarik destinasi kepada calon wisatawan.
Suasana pembelajaran juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas sudut pandang mengenai hubungan antara kreativitas manusia dan perkembangan teknologi. AI dapat membantu proses kreatif, tetapi penggunaannya tetap memerlukan ketelitian, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab dalam memastikan informasi destinasi yang disampaikan benar.
Melalui sesi ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Tourism Digital Marketing, khususnya untuk merancang pemasaran pariwisata yang mengikuti perkembangan zaman tanpa mengabaikan keakuratan informasi dan etika promosi.

Bukan Sekadar Ujian, tetapi Juga Ruang Kebersamaan Angkatan Luxora
Di balik tujuan akademiknya, workshop ini menghadirkan pengalaman kebersamaan bagi mahasiswa Pariwisata Syariah angkatan 2025. Pertemuan mahasiswa dari tiga kelas dalam satu kegiatan menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan, membangun komunikasi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan sebagai satu angkatan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan tugas akademik, tetapi juga menyimpan pengalaman yang dapat dikenang bersama. Interaksi antara panitia, peserta, moderator, dan narasumber menjadi bagian dari proses belajar yang lebih luas, yakni membangun kerja sama dan saling mendukung dalam perjalanan perkuliahan.
Semangat tersebut selaras dengan filosofi Luxora, nama angkatan 2025 yang dimaknai melalui kata Lux sebagai cahaya dan Ora sebagai waktu. Filosofi ini menggambarkan harapan agar setiap individu memiliki potensi yang dapat menjadi cahaya baru, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi perkembangan dunia pariwisata.
Keberagaman kemampuan dan gagasan dalam satu angkatan diharapkan menjadi kekuatan untuk terus berkembang. Dengan kebersamaan dan solidaritas, setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui ide, kreativitas, dan inovasi yang bermanfaat.
Suasana kebersamaan tersebut menjadi salah satu makna penting dari kegiatan ini. Di samping memperoleh pengetahuan baru, mahasiswa juga membangun pengalaman bersama sebagai bagian dari proses tumbuh dan berkembang selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
AI dan Peluang Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Pemanfaatan AI dalam pemasaran digital dapat membuka peluang bagi pengembangan pariwisata, mulai dari penyusunan ide promosi hingga pengembangan konten yang sesuai dengan karakteristik destinasi. Namun, penggunaan teknologi tersebut perlu dilakukan secara bertanggung jawab, terutama dalam menjaga keakuratan informasi, menghormati budaya lokal, dan menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan.
Dalam konteks Pariwisata Syariah, promosi digital juga perlu memperhatikan nilai kejujuran, etika, serta penyampaian informasi yang tidak berlebihan. Dengan demikian, teknologi tidak hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tarik pemasaran, tetapi juga untuk membangun kepercayaan wisatawan.
Workshop ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana inovasi dalam industri pariwisata. Melalui pengetahuan yang diperoleh, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kreativitas digital dan memahami peluang penerapan AI dalam promosi destinasi wisata.
Setelah sesi berbagi pengetahuan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama narasumber, panitia, dan peserta. Momen tersebut menjadi dokumentasi kegiatan sekaligus penanda berakhirnya rangkaian workshop.
Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya meninggalkan dokumentasi kebersamaan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa angkatan 25. Semangat Luxora diharapkan terus menjadi cahaya yang mendorong mahasiswa untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi bagi dunia pariwisata melalui pemanfaatan teknologi digital yang kreatif, inovatif dan bertanggung jawab.