Mahasiswa Pariwisata Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Seminar Ekonomi Pariwisata Bahas Dampak Krisis Ekonomi Global terhadap Pariwisata Berkelanjutan
Cirebon, 03 Juni 2026 — Mahasiswa Pariwisata Syariahmenyelenggarakan Seminar Ekonomi Pariwisata bertema “Krisis Ekonomi Global pada Perkembangan Pariwisata Berkelanjutan” pada Rabu (3/6/2026) di Auditorium FEBI Lantai 4 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian acara angkata LUXORA’25 ini menghadirkan dua narasumber akademisi yang membahas keterkaitan antara kondisi ekonomi global dan perkembangan sektor pariwisata berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman mahasiswa mengenai pengaruh krisis ekonomi global terhadap perkembangan sektor pariwisata, serta memberikan pengetahuan tentang keterkaitan antara kondisi ekonomi dan keberlanjutan industri pariwisata. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami berbagai dampak yang ditimbulkan oleh krisis ekonomi global, seperti melemahnya daya beli wisatawan, perubahan pola perjalanan, serta tantangan yang dihadapi pelaku industri pariwisata.

Seminar ekonomi pariwisata ini menghadirkan Rijal Asshidiq Mulyana, S.E.I., M.Pd. dan Dr. Alvien Septian Haerisma, S.E.I., M.Si. sebagai narasumber. keduanya menyampaikan materi terkait Krisis Ekonomi Global Pada Perkembangan Pariwisata Berkelanjutan. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Jurusan Pariwisata Syariah dan melibatkan sejumlah mahasiswa dalam kepanitiaan serta rangkaian acara. MAULANA AZHAN dan RIHADATUL AISY bertugas sebagai Master of Ceremony (MC), ASTI dan WINEU CAHYANIE AISYAH sebagai moderator, ZAHRATUNNISA sebagai dirigen yang memimpin menyanyikan lagu kebangsaan dan mars institusi, serta FAIZ ZAMROTTA yang memimpin pembacaan doa. Dengan keterlibatan berbagai pihak, seminar berlangsung dengan tertib, interaktif, dan penuh antusiasme dari para peserta.
Kegiatan diawali dengan rangkaian acara resmi yang meliputi pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sambutan-sambutan, pembacaan doa, sesi foto bersama, serta penampilan hiburan. Sambutan pertama sekaligus pembukaan seminar secara resmi oleh Ibu Hafni Khairunnisa, M.Sc., sebagai Ketua Jurusan Pariwisata Syariah. Dalam sambutannya, sangat mengapresiasi terselenggaranya Seminar Ekonomi Pariwisata ini sebagai ruang akademik yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas di bidang ekonomi. Ekonomi merupakan aspek dasar yang sangat menentukan keberlangsungan sebuah negara. Persoalan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan berbagai dinamika ekonomi global tentu memiliki dampak positif maupun negatif terhadap berbagai sektor, termasuk pariwisata.
Setelah seluruh rangkaian acara formal selesai dilaksanakan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi inti yang dipandu oleh moderator. Narasumber pertama disampaikan oleh Rijal Assidhiq Mulyana, S.E.I., M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa tekanan ekonomi global dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina, ketegangan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, hambatan rantai pasok energi, kenaikan harga minyak dunia, keterbatasan ruang fiskal negara, hingga melemahnya nilai tukar rupiah.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada berbagai aspek pariwisata Indonesia, mulai dari menurunnya daya beli wisatawan, meningkatnya harga tiket perjalanan akibat kenaikan biaya energi, naiknya tarif hotel dan restoran, menurunnya pendapatan pemandu wisata dan pelaku usaha suvenir, hingga berkurangnya tingkat okupansi hotel.
Selain itu dalam sektor pariwisata beliau menyampaikan bahwa, wisatawan mulai menghindari wisata berbiaya tinggi, pengelola wisata mengalami kesulitan dalam menetapkan harga paket jangka panjang, serta terjadi pengurangan anggaran promosi wisata yang berdampak langsung pada masyarakat sekitar destinasi wisata. Meski demikian, ia menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki tingkat resiliensi yang tinggi terhadap krisis ekonomi.

Pada sesi yang kedua dilanjutkan oleh Dr. Alvien Septian Haerisma, S.E.I,. M.Si. sebagai narasumber kedua tentang keterkaitan antara krisis ekonomi global, pariwisata berkelanjutan, dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).
Beliau menjelaskan bahwa krisis ekonomi global dapat menyebabkan penurunan daya beli wisatawan dan investasi, kenaikan biaya perjalanan, lonjakan harga tiket pesawat dan biaya operasional hotel, hingga berkurangnya anggaran pemerintah untuk mendukung program pariwisata berkelanjutan. Dampak tersebut juga dirasakan oleh destinasi wisata berbasis UMKM yang mengalami penurunan omzet dan harus beradaptasi dengan tren wisata hemat serta wisata domestik.
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, beliau memaparkan pentingnya implementasi SDGs dalam sektor pariwisata, khususnya:
- SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan lapangan kerja.
- SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pengembangan desa wisata dan pelestarian budaya.
- SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan indikator keberlanjutan dan pengukuran jejak karbon.
- SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan green tourism.
- SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui pengelolaan wisata bahari yang berkelanjutan.
Beliau juga menyoroti munculnya paradigma baru dalam sektor pariwisata pascakrisis ekonomi global, seperti meningkatnya wisata domestik, berkembangnya desa wisata berbasis SDGs, serta meningkatnya minat wisatawan terhadap konsep eco-tourism yang ramah lingkungan.

Seminar Ekonomi Pariwisata ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh peserta, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai dampak krisis ekonomi global terhadap sektor pariwisata serta pentingnya penerapan konsep pariwisata berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pola pikir yang kritis, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan yang terjadi di dunia pariwisata. Selain itu, seminar ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan akademik, menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, serta mendorong lahirnya generasi muda yang mampu berkontribusi dalam pengembangan pariwisata Indonesia yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs).